ordo tanah VERTISOL USDA


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kita sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yaitu : MORFOLOGI TANAH VERTISOLS.
Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini .
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah memberikan bantuan moril dan moral, serta semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita .



Pontianak, 4 Desember 2016


PENULIS




DAFTAR ISI


1.1 Latar Belakang. 3





BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Vertisol merupakan salah satu order tanah yang memiliki beberapa kondisi sifat fisik yang tidak dikehendaki baik dari segi pertanian maupun teknik. Salah satu kondisi sifat fisik tersebut adalah kemampuannya untuk mengembang dan mengerut secara intensif yang menyebabkan tanah tersebut tidak stabil. Pengembangan tanah menyebabkan tanah mudah terdispersi dan pori-pori tanah tersumbat, sehingga permeabilitas tanahnya menjadi rendah.
Pengerutan tanah membentuk retakan-retakan lebar dan dalam, yang dapat menimbulkan masalah seperti retaknya dinding bangunan-bangunan, sarana keperluan pertanian, ataupun jalan-jalan yang dibuat di atasnya. Bagi tanaman, pengerutan tanah dapat menghambat pertumbuhan akar, bahkan memutuskannya. Meskipun demikian, disamping sifat-sifat fisik tersebut di atas, Vertisol juga memiliki beberapa sifat baik, antara lain kapasitas kation, kejenuhan basa dan kapasitas menahan airnya yang tinggi serta dapat menjadi tempat persemaian yang baik (Dudal, 1989).
Tanah vertisol tergolong jenis tanah lempung berat karena sifat mengembang mengempisnya. Memiliki tekstur liat dengan kandungan 30% pada horizon permukaan sampai kedalaman 50 cm dan didominasi jenis lempung montmorillonit. Faktor dominan yang mempengarugi pembentukan tanah ini adalah iklim utamanya iklim kering dan batuan tanah yang kaya terhadap kation. Tanah jenis vertisol yang akan digunakan sebagai lahan pertanian akan memberikan banyak masalah terutama kesuburan yang cenderung rendah, maka solusinya adalah memperbanyak bahan organik seperti kompos dan pupuk kandang, karena benda-benda ini akan bersifat sebagai buffer/penyangga yang berfungsi mengurangi daya mengembang atau mengkerut tanah



1. 2 Tujuan
Ø  Mahasiswa mengetahui DEFINISI tanah VERTISOL.
Ø  Mahasiswa mengethaui SIFAT DAN CIRI tanah VERTISOL.
Ø  Mahasiswa mengetahui SUB-ORDO tanah VERTISOL.
Ø  Mahasiswa mengetahui GREAT GROUPS tanah VERTISOL.
Ø  Mahasiswa mengetahui PADANAN NAMA tanah VERTISOL.
Ø  Mahasiswa mengetahui PENYEBARAN tanah VERTISOL.
Ø  Mahasiswa mengetahui PENGGUNAAN tanah VERTISOL.














BAB II
ORDO TANAH VERTISOL

2. 1 Pengertian dan Definisi Tanah Vertisol
Tanah yang termasuk ordo Vertisol merupakan tanah dengan kandungan liat tinggi (lebih dari 30%) di seluruh horison, mempunyai sifat mengembang dan mengkerut.Kalau kering tanah mengkerut sehingga tanah pecah-pecah dan keras.Kalau basah mengembang dan lengket.Padanan dengan sistem klasifikasi lama adalah termasuk tanah Grumusol atau Margalit.
2. 2 Sifat Dan Ciri Tanah Vertisol
Sifat fisik tanha Grumusol yang sangat berat sebabkan jenis tanah ini sangat peka terhadaperosi dan bahaya longsoran (soil creep). Relief tanah di tempat yang lebih tinggi menjadibergelombang dan di dataran membentuk bukit-bukit kecil yang cembung (gilgai).
Berciri :
a)      tekstur lempung berat (montmorilonit tipe 2:1).
b)      tanpa horison Eluvial dan iluvial.
c)      struktur lapangan atas granuler, sering berbentuk seperti bunga kubis (cauliflower-structure) dan lapangan bawah gumpal atau pejal.
d)      mengandung kapur.
e)      koefisien ekspansi (pemuaian) dan kontraksi (pengkerutan) tinggi jika dirubah kadar airnya.
f)       sering kali mikroreliefnya gilgai (peninggian setempat yg teratur).
g)      konsistensi luar biasa liat (extremely plastic).
h)      bahan induk berkapur dan berlempung sehingga kedap air (impermeable).
i)        dalam solum rerata 75 cm.
j)        warna kelam atau chroma kecil.



2. 3 Uraian Masing-Masing SUB-ORDO VERTISOL
1.      Aquerts
Vertisol dalam tanah yang di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral terdapat satu horizon atau lebih yang mempunyai kondisi akuik pada sebagian waktu dalam tahun-tahun normal (atau telah di drainase) dan memiliki satu atau kedua sifat berikut:
a.      Di dalam lebih dari setengah setiap pedonnya, pada 50% atau lebih permukaan pedon atau di dalam matrik apabila tidak terdapat pedon, mempunyai satunatau lebih berikut:
·         Kroma 2 atau kurang apabila terdapat konsentrasi redoks atau,
·         Kroma 1 atau kurang.
b.      Mengandung cukup besi fero aktif (Fe2+) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha – dipiyridyl ketika tanah tidak sedang di irigasi.
2.      Cryerts
Vertisol lain yang mempunyai rejimsuhu tanah cryik.
3.      Xererts
Vertisol lain yang pada tahun-tahun normal mempunyai kedua sifat berikut:
1.     Rejim suhu tanah tehnik, mesik, atau frigid, dan
2.     Apabila tidak diirigasi sepanjang tahun tersebut terdapat rekahan-rekahan yang memiliki kedua sifat berikut:
a)      Selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm ataub lebih di ddalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 60 hari atau lebih konsekutif dalam jangka waktu 90 hari setelah puncak musim panas.
b)      Tertutup selama 60 hari atau konsekutif pada jangka waktu 90 hari setelah puncak musim dingin.
4.      Torrerts
Vertisol lain yang apabila tidak diirigasi sepanjang tahun mempunyai rekahan-rekahan yang tetap dalam keadaan tertutup selama kurang dari 60 hari konsekutif, pada tahun-tahun normal pada suatu periode ketika suhu tanah pada kedalaman 50 cm daripermukaan tanah lebih dari 80 C.
5.      Usterts
Vertisol lain yang apabila tidak diirigasi sepanjang tahun mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 90 hari kumulatif atau lebih setiap tahunnya pada tahun-tahun normal.Yang pada keseluruhan satu horizon atau lebih dengan ketebalan total 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.
6.      Uderts
Vertisols yang lain.

2. 4 Uraian Masing-Masing Great-Groups Vertisol
1.      Aquerts:
·         Salaquerts
Yang mempunyai horizon salik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Duraquerts
Aquerts lain yang mempunyai duripan yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Natraquerts
Aquerts lain yang mempunyai horizon natrik atau memiliki presentase natrium dapat-tukat sebesar 15 % atau lebih (atau SAR sebesar 13 atau lebih)didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Calciaquerts
Aquerts lain yang mempunyai horizon klastik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Dystraquerts
Aquerts lain yang pada keseluruhan satu horison atau lebih dengan ketebalan total 25 cm atau lebih didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai kedua sifat  berikut:
a)      Daya hantar listrik sebesar kurang dari 4,0 dS/m dalam ekstrak jenuh pada suhu 250C, dan
b)      Nilai pH sebesar 4,5 ata kurang dengan 0,01 M caCL2 (pH air 1:1 sebesar 5:5 atau kurang).
·         Epiaquerts
Aquerts lain yang mempunyai episanturasi.
·         Endoaquerts
Aquerts yang lain.

2.      Cryerts:
·         Humicryerts
Cryerts yang mengandung karbon organic sebesar 10 kg/m2 atau lebih dan antara permukaan tanah mineral dan 50 cm.
·         Hapiocryerts
Cryerts yang lain.

3.      Xererts:
·         Durixererts
Xererts yang mempunyai duripan yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Calcixererts
Xererts lain yang mempunyai horison kalsik atau petrokalsik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Haploxererts
Xererts yang lain.



4.      Torrerts
·         Salitorrerts
Torrerts yang mempunyai horison salik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Gypsitorrerts
Torrerts lain yang mempunyai horison gipsik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Calcitorrerts
Torrerts lain yang mempunyai horison kalsik atau petrokalsik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Haplotorrerts
Torrerts yang lain.

5.      Usterts
·         Dyatrusterts
Ustertrs yang pada keseluruhan satu horison atau lebih denagn ketebalan total 25 cm atau lebih didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai kedua sifat berikut:
a)      Daya hantar listrik sebesar kurang dari 4,0 dS/m dalam ekstrak jenuh pada suhu 250C, dan
b)      Nilai pH sebesar 4,5 atau kurang dengan 0,01 M caCL2 (5,5 atau kurang pada pasta jenuh air).
·         Salusterts
Usterts lain yang mempunyai horison salik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Gypsiusterts
Usterts lain yang mempunyai horison gipsik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.



·         Calciusterts
Usterts lain yang mempunyai horison kalsik atau petrokalsik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
·         Haplusterts
Usterts yang lain.

6.      Uderts:
·         Dystruderts
Uderts yang pada keseluruhan satu horison atau lebih denagn ketebalan total 25 cm atau lebih didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai kedua sifat berikut:
a)      Daya hantar listrik sebesar kurang dari 4,0 dS/m dalam ekstrak jenuh pada suhu 250C, dan
b)      Nilai pH sebesar 4,5 atau kurang dengan 0,01 M caCL2 (5,5 atau kurang pada pasta jenuh air).
·         Hapluderts
Uderts ynag lain.
2. 5 Uraian Masing-Masing Sub-Grup Vertisol
1.      AQUERTS
A.     Salaquerts
§  Aridic salaquerts
Salaquerts yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Ustic salaquerts
Salaquerts yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 90 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic salaquerts
Salquerts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.

§  Entic salaquerts
Salaquerts yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas ats lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic salaquerts
Salaquerts lain yang pada satu horizon atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral , 50 % atau lebih mempunyai arna-arna berikut:
-          Value warna , lembab, 4 atau lebih,
-          Value warna , kering, 6 atau lebih,
-          Kroma 3 atau lebih.
§  Typic salaquerts
Salaquerts yang lain.

B.      Duraquerts
§  Aridic duraquerts
Salaquerts yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Xeric Duraquerts
Duraquerts lain yang mempunyai rejim suhu tanah termik, mesik, atau frigid dan apabila sedang tidak diirigasi pada tahun tersebut, memiliki rekahan-rekahan dalam tahun-tahun normal yang tetap berada dalam kedua kondisi berikut:
Ø  Terbuka selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 60 hari konsekutif atau lebih yang terjadi di dalam 90 hari setelah puncak musim panas,
Ø  Tertutup selama 60 hari konsekutif atau lebih yang terjadi di dalam 90 hari setelah puncak musim dingin.
§  Ustic Duraquerts
Duraquerts yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 90 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Aeric Duraquerts
Duraquerts lain yang pada satu horison atau lebih diantara horison Ap atau kedalaman 25 cm dari permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dalam  dan kedalaman 75 cm atau batas atas duripan yang letaknya lebih dangkal 50 % atau lebih matriksnya memiliki warna-warna berikut:
a)      Hue 2,5 Ynatau lebih merah dari salah satu sifat berikut:
ü  Value warna , lembab, 6 atau lebih dan kroma 3 atau lebih .
ü  Value warna ,lembab, 5 atau kurang dan kroma 2 atau lebih.
b)      Hue 5 Y dan kroma 3 atau lebih.
c)      Kroma 2 atau lebih apabila tidak terdapat konsentrasi redoks.
§  Chromic Duraquerts
Duraquerts lain yang mempunyai satiu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral di dalam setengah atau lebih setiap pedonnya mempunyai satu atau kedua sifat berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
§  Typic Duraquerts
Duraquerts yang lain.

C.      Natraquerts
§  Typic Natraquerts
Semua Natraquerts.

D.     Calciaquerts
§  Aeric Calciaquerts
Calciaquerts yang pada satu horison atau lebih diantara horison Ap atau kedalaman 25 cm dari permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dalam  dan kedalaman 75 cm atau batas atas duripan yang letaknya lebih dangkal 50 % atau lebih matriksnya memiliki warna-warna berikut:
a)   Hue 2,5 Y atau lebih merah dari salah satu sifat berikut:
ü Value warna , lembab, 6 atau lebih dan kroma 3 atau lebih.
ü Value warna, lembab, 5 atau kurang dan kroma 2 atau lebih.
b)   Hue 5 Y dan kroma 3 atau lebih,
c)    Kroma 2 atau lebih apabila tidak terdapat konsentrasi redoks.
§  Typic Calciaquerts
Calciaquerts yang lain.

E.      Dystraquerts
§  Sulfaqueptic Dystraquerts
Dystraquerts yang mempunyai satu horison atau lebih didalam 100 cm di dalam dari permukaan tanah mineral, terdapat jenuh konsentrasi jerosit dan memiliki nilai pH 4 atau kurang (Perbandingan antara tanah dan air 1:1, contoh dikering-udarakan di tempat teduh).
§  Aridic Dystraquerts
Dystrraquerts yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Ustic Dystraquerts
Dystrraquerts yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 90 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Aeric Dystraquerts
Dystraquerts yang pada satu horison atau lebih diantara horison Ap atau kedalaman 25 cm dari permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dalam  dan kedalaman 75 cm atau batas atas duripan yang letaknya lebih dangkal 50 % atau lebih matriksnya memiliki warna-warna berikut:
a)      Hue 2,5 Y atau lebih merah dari salah satu sifat berikut:
ü  Value warna , lembab, 6 atau lebih dan kroma 3 atau lebih.
ü  Value warna,l embab, 5 atau kurang dan kroma 2 atau lebih.
b)      Hue 5 Y dan kroma 3 atau lebih,
c)      Kroma 2 atau lebih apabila tidak terdapat konsentrasi redoks
§  Leptic Dystraquerts
Dystraquerts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Dystraquerts
Dystraquerts lain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas ats lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Dystraquerts
Dystraquerts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral di dalam setengah atau lebih setiap pedonnya mempunyai satu atau kedua sifat berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih. 



§  Typic Dystraquerts
Dystraquerts yang lain.

F.       Epiaquerts
§  Halic Epiaquerts
Epiaquerts yang pada keseluruhan lapisan setebal 15 cm atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai daya hantar listrik sebesar 15 dS/m atau lebih (pasta tanah jenuh air) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun tahun normal.
§  Sodic Epiaquerts
Epiaquerts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Aridic Epiaquerts
Epiaquerts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Xeric Epiaquerts
Epiaquerts lain yang mempunyai rejim suhu tanah termik, mesik, atau frigid dan apabila sedang tidak diirigasi pada tahun tersebut, memiliki rekahan-rekahan dalam tahun-tahun normal yang tetap berada dalam kedua kondisi berikut:
Ø  Terbuka selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 60 hari konsekutif atau lebih yang terjadi di dalam 90 hari setelah puncak musim panas,
Ø  Tertutup selama 60 hari konsekutif atau lebih yang terjadi di dalam 90 hari setelah puncak musim dingin.



§  Ustic Epiaquerts
Epiaquerts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 90 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Aeric Epiaquerts
yang pada satu horison atau lebih diantara horison Ap atau kedalaman 25 cm dari permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dalam  dan kedalaman 75 cm atau batas atas duripan yang letaknya lebih dangkal 50 % atau lebih matriksnya memiliki warna-warna berikut:
a)      Hue 2,5 Y atau lebih merah dari salah satu sifat berikut:
ü Value warna , lembab, 6 atau lebih dan kroma 3 atau lebih.
ü Value warna, lembab, 5 atau kurang dan kroma 2 atau lebih.
b)      Hue 5 Y dan kroma 3 atau lebih,
c)      Kroma 2 atau lebih apabila tidak terdapat konsentrasi redoks.
§  Leptic Epiaquerts
Epiaquerts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Epiaquerts
Epiaquerts lain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas ats lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Epiaquerts
Epiaquerts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral di dalam setengah atau lebih setiap pedonnya mempunyai satu atau kedua sifat berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.



§  Typic Epiaquerts
Epiaquerts yang lain.

G.     Endoaquerts
§  Halic Endoaquerts
Endoaquerts yang pada keseluruhan lapisan setebal 15 cm atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai daya hantar listrik sebesar 15 dS/m atau lebih (pasta tanah jenuh air) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun tahun normal.
§  Sodic Endoaquerts
Endoaquerts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Aridic Endoaquerts
Endoaquerts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Xeric Endoaquerts
Endoaquerts lain yang mempunyai rejim suhu tanah termik, mesik, atau frigid dan apabila sedang tidak diirigasi pada tahun tersebut, memiliki rekahan-rekahan dalam tahun-tahun normal yang tetap berada dalam kedua kondisi berikut:
Ø  Terbuka selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 60 hari konsekutif atau lebih yang terjadi di dalam 90 hari setelah puncak musim panas,
Ø  Tertutup selama 60 hari konsekutif atau lebih yang terjadi di dalam 90 hari setelah puncak musim dingin.



§  Ustic Endoaquerts
Endoaquerts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 90 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Aeric Endoaquerts
Endoaquerts lain yang pada satu horison atau lebih diantara horison Ap atau kedalaman 25 cm dari permukaan tanah mineral mana saja yang lebih dalam  dan kedalaman 75 cm atau batas atas duripan yang letaknya lebih dangkal 50 % atau lebih matriksnya memiliki warna-warna berikut:
a)      Hue 2,5 Y atau lebih merah dari salah satu sifat berikut:
ü Value warna , lembab, 6 atau lebih dan kroma 3 atau lebih.
ü Value warna ,lembab, 5 atau kurang dan kroma 2 atau lebih.
b)      Hue 5 Y dan kroma 3 atau lebih,
c)      Kroma 2 atau lebih apabila tidak terdapat konsentrasi redoks.
§  Leptic Endoaquerts
Endoaquerts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Endoaquerts
Endoaquerts lain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas ats lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Endoaquerts
Endoaquerts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral di dalam setengah atau lebih setiap pedonnya mempunyai satu atau kedua sifat berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.



§  Typic Endoaquerts
Endoaquerts yang lain.

2.      CYRERTS
A.     Humicyerts
§  Sodic Humicryerts
Humicryerts yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Typic Humicryerts
Humicryerts yang lain.

B.      Hapocryerts
§  Sodic Haplocryerts
Haplocryerts yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Chromic Haplocryerts
Haplocryerts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic haplocryerts
Haplocryerts yang lain.


3.      XERERTS
A.     Durixererts
§  Halic Durixrerts
Durixererts yang pada keseluruhan lapisan setebal 15 cm atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai daya hantar listrik sebesar 15 dS/m atau lebih (pasta tanah jenuh air) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun tahun normal.
§  Sodic Durixererts
Durixererts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Aquic Durixererts
Durixererts lain yang pada satu horison atau lebih diatas duripan mempunyai kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal ( atau telah di drainase ) dan memiliki salah satu sifat berikut:
a)      Memiliki gejala redoksimorfik,
b)      Mengandung cukup besi fero aktif (Fe2+) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha-dipyridly ketika tanah sedang tidak diirigasi.
§  Aridic Durixererts
Durixererts lain yang mempunyai rekahan-rekahan yang tetap berada dalam kondisi terbuka selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih diatas duripan, selama 180 hari konsekutif atau lebih dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Udic Durixererts
Durixererts lain yang mempunyai rekahan-rekahan yang tetap berada dalam kondisi terbuka selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih diatas duripan, selama 90 hari konsekutif atau lebih dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.

§  Haplic Durixererts
Durixererts lain yang mepunyai duripan yang setiap subhorisonnya tidak mengeras.
§  Chromic Durixererts
Durixererts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Durixererts
Durixererts yang lain.

B.      Calcixererts
§  Lithic Calcixererts
Calcixererts yang mempunyai kontak litik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Petrocalcic Calcixererts
Calcixererts lain yang mempunyai horison petroklastik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Aridic Calcixererts
Calcixererts lain yang mempunyai rekahan-rekahan yang tetap berada dalam kondisi terbuka selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 180 hari konsekutif atau lebih dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic Calcixererts
Calcixererts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.



·         Entic Calcixererts
Calcixererts lain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Calciixererts
Calcixererts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Calcixererts
Calcixererts yang lain.

C.      Haploxererts
§  Lithic Haploxererts
Haploxererts yang mempunyai kontak litik didalam 50 cmn dari permukaan tanah mineral.
§  Halic Haploxererts
Haploxererts yang pada keseluruhan lapisan setebal 15 cm atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai daya hantar listrik sebesar 15 dS/m atau lebih (pasta tanah jenuh air) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun tahun normal.
§  Sodic Haploxererts
Haploxererts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% (atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.


§  Aridic Haploxererts
Haploxererts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 180 hari konsekutif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Aquic Haploxererts
Haploxererts lain yang pada satu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral mempunyai kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal ( atau telah di drainase ) dan memiliki salah satu sifat berikut:
a)      Memiliki gejala redoksimorfik,
b)      Mengandung cukup besi fero aktif (Fe2+) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha-dipyridly ketika tanah sedang tidak diirigasi.
§  Udic Haploxererts
Haploxererts lain yang mempunyai rekahan-rekahan yang tetap berada dalam kondisi terbuka selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih diatas duripan, selama 90 hari konsekutif atau lebih dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic Haploxererts
Haploxererts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic haploxererts
Haploxererts lain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Haploxererts
Haploxererts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Haploxererts
Haploxererts yang lain.

4.      TORRERTS
A.     Salitorrerts
§  Aquic Salitorrerts
Salitorrerts lain yang pada satu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral mempunyai kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal ( atau telah di drainase ) dan memiliki salah satu sifat berikut:
a)      Memiliki gejala redoksimorfik,
b)      Mengandung cukup besi fero aktif (Fe2+) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha-dipyridly ketika tanah sedang tidak diirigasi.
§  Leptic Salitorrerts
Salitorrertslain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Salitorrerts
Salitorrerts lain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Haploxererts
Salitorrerts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Salitorrerts
Salitorrerts yang lain.

B.      Gypsitorrerts
§  Chromic Salitorrerts
Salitorrerts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Gypsitorrerts
Gypsitorrerts yang lain.

C.      Calcitorrerts
§  Petrocalcic Calcitorrerts
Calcixererts lain yang mempunyai horison petroklastik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral
§  Leptic Salitorrerts
Salitorrerts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Calcitorrerts
Calcitorrerts lain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Calcitorrerts
Calcitorrerts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Calcitorrerts
Calcitorrerts yang lain.
D.     Haplotorrerts
§  Halic Haplotorrerts
Haplotorrerts yang pada keseluruhan lapisan setebal 15 cm atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai daya hantar listrik sebesar 15 dS/m atau lebih (pasta tanah jenuh air) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun tahun normal.
§  Sodic Haplotorrerts
Haplotorrerts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Leptic Haplotorrerts
Haplotorrerts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik, atau memiliki duripan yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Haploxererts
Haplotorrerts lain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Gypsitorrerts
Gypsitorrerts yang lain.

5.      USTERTS
A.     Dystrusterts
§  Lithic Dystruterts
Dystrusterts yang mempunyai kontak litik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.

§  Aquic Dystrusterts
Dystrusterts lain yang pada satu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral mempunyai kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal ( atau telah di drainase ) dan memiliki salah satu sifat berikut:
a)      Memiliki gejala redoksimorfik,
b)      Mengandung cukup besi fero aktif (Fe2+) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha-dipyridly ketika tanah sedang tidak diirigasi.
§  Aridic Dystrusterts
Dystrusterts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Udic Dystrusterts
Dystrusterts lain yang mempunyai rekahan-rekahan yang tetap berada dalam kondisi terbuka selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih diatas duripan, selama 150 hari komulatif atau lebih dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic Dystrusterts
Dystrustertslain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Dystrusterts
Dystrustertslain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Dystrusters
Dystrustertslain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Dystrusterts
Dystrusters yang lain.

B.      Salustertrs
§  Lithic Salusterts
Salusterts yang mempunyai kontak litik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Sodic Salusterts
Salusterts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Aquic Salusterts
Salusterts lain yang pada satu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral mempunyai kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal ( atau telah di drainase ) dan memiliki salah satu sifat berikut:
a)      Memiliki gejala redoksimorfik,
b)      Mengandung cukup besi fero aktif (Fe2+) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha-dipyridly ketika tanah sedang tidak diirigasi.
§  Aridic Salusterts
Salusterts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic Salusterts
Salustertslain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik atau memiliki duripan atau horison petrokalstik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.

§  Entic Salusterts
Salustertslain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Salusterts
Salustertslain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Salusterts
Salusterts yang lain.

C.      Gypsiusterts
§  Lithic Gypsiusterts
Gypsiusterts yang mempunyai kontak litik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Halic Gypsiusterts
Gysiusterts yang pada keseluruhan lapisan setebal 15 cm atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai daya hantar listrik sebesar 15 dS/m atau lebih (pasta tanah jenuh air) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun tahun normal.
§  Sodic Gypsiusterts
Gypsiusterts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Aridic Gypsiusterts
Gypsiusters lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Udic Gypsiusterts
Gypsiusterts lain yang mempunyai rekahan-rekahan yang tetap berada dalam kondisi terbuka selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih diatas duripan, selama 150 hari kumulatif atau lebih dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic Gypsiusterts
Gypsiusterts lain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik atau memiliki duripan atau horison petrokalstik yang batas atsnya di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Gypsiusters
Gypsiustertslain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Gypsiusterts
Gysiustertslain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Gypsiusterts
Gypsiusterts yang lain.

D.     Calciusterts
§  Lithic Calciusterts
Calciusterts yang mempunyai kontak litik didalam 50 cm dari permukaan tanah mineral.

§  Halic Calciusterts
Calciusterts yang pada keseluruhan lapisan setebal 15 cm atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai daya hantar listrik sebesar 15 dS/m atau lebih (pasta tanah jenuh air) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun tahun normal.
§  Sodic Calciusterts
Calciusterts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Petrocalcic Calciusterts
Calciusterts lain yang mempunyai horison petroklastik yang batas atasnya didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Aridic Calciusterts
Calciusterts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih di dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral, selama 180 hari konsekutif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.                            
§  Udic Caliusterts
Calciusterts lain yang mempunyai rekahan-rekahan yang tetap berada dalam kondisi terbuka selebar 5 mm atau lebih, mencapai ketebalan 25 cm atau lebih diatas duripan, selama 150 hari komulatif atau lebih dalam tahun-tahun normal, apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic Calciusterts
Calciustertslain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik atau memiliki duripan yang batas atasnya di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Calciusters
Calciustertslain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Calciusterts
Calciustertslain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Calciusterts
Calciusterts yang lain.

E.      Haplusterts
§  Lithic Haplusterts
Haplusterts yang mempunyai kontak litik didalam 50 cmn dari permukaan tanah mineral.
§  Halic Haplusterts
Haplusterts yang pada keseluruhan lapisan setebal 15 cm atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai daya hantar listrik sebesar 15 dS/m atau lebih (pasta tanah jenuh air) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun tahun normal.
§  Sodic Haplusterts
Haplusterts lain yang pada suatu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, mempunyai presentase natrium dapat-tukar sebesar 15% ( atau lebih atau SAR sebesar 13 atau lebih ) selama 6 bulan atau lebih dalam tahun-tahun normal.
§  Petrocalcic Haplusterts
Haplusterts lain yang mempunyai horison petroklastik yang batas atasnya didalam 150 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Gypsic Haplusterts
Haplusterts lain yang mempunyai horison gipsik yang batas atasnya di dalam 150 cm dari permukaan tanah mineral.

§  Calcic Haplusterts
Haplusterts lain yang mempunyai horison kalsik yang batas atasnya di dalam 150 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Aridic Leptic Haplusterts
Haplusterts lain yang mempunyai kedua sifat berikut:
a)      Kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral,
b)      Rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih dari dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Aridic Haplusterts
Haplusterts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih dari dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic Udic Haplusterts
Haplusterts lain yang mempunyai kedua sifat berikut:
a)      Kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral,
b)      Rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih dari dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam 6tahun atau lebih sepanjang 10 tahun apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Entic Udic Haplusterts
Haplustertslain yang mempunyai kedua sifat berikut:
a)      suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral,
b)      Rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih dari dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 210 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Chromic Udic Haplusterts
Haplusterts lain yang mempunyai kedua sifat berikut:
a)      pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih,
b)      Rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih dari dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 150 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Udic Haplusterts
Haplusterts lain yang mempunyai rekahan-rekahan selebar 5 mm atau lebih mencapai ketebalan 25 cm atau lebih dari dalam 50 cm dari permukaan tanah mineral selama 150 hari kumulatif atau lebih setiap tahun dalam tahun-tahun normal apabila sedang tidak diirigasi dalam tahun tersebut.
§  Leptic Haplusterts
Haplustertslain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik atau memiliki duripan yang batas atanya di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Haplusterts
Haplustertslain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.


§  Chromic Haplusterts
Haplustertslain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Haplusterts
Haplusterts yang lain.

6.      UDERTS
A.     Dystruderts
§  Aquic Dystruderts
Dystruderts lain yang pada satu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral mempunyai kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal ( atau telah di drainase ) dan memiliki salah satu sifat berikut:
a)      Memiliki gejala redoksimorfik,
b)      Mengandung cukup besi fero aktif (Fe2+) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha-dipyridly ketika tanah sedang tidak diirigasi.
§  Oxyaquic Dystruderts
Dystruderts lain yang pada satu lapisan atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, jenuh air dalam tahun-tahun normal yang memenuhi salah satu atau kedua sifat berikut:
a)      Selama 20 hari konsekutif atau lebih,
b)      Selama 30 hari kumulatif atau lebih.
§  Leptic Dystruderts
Dystrudertslain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.


§  Entic Dystruderts
Dystrudertslain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Dystruderts
Dystrudertslain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Dystruderts
Dystruderts yang lain.

B.      Hapluderts
§  Lithic Hapluderts
Hapluderts yang mempunyai kontak litik didalam 50 cmn dari permukaan tanah mineral.
§  Aquic Hapluderts
Hapluderts lain yang pada satu horison atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral mempunyai kondisi akuik selama sebagian waktu dalam tahun-tahun normal ( atau telah di drainase ) dan memiliki salah satu sifat berikut:
a)            Memiliki gejala redoksimorfik,
b)            Mengandung cukup besi fero aktif (Fe2+) untuk dapat memberikan reaksi positif terhadap alpha, alpha-dipyridly ketika tanah sedang tidak diirigasi.
§  Oxyaquic Hapluderts
Hapludertslain yang pada satu lapisan atau lebih didalam 100 cm dari permukaan tanah mineral, jenuh air dalam tahun-tahun normal yang memenuhi salah satu atau kedua sifat berikut:
a)            Selama 20 hari konsekutif atau lebih,
b)            Selama 30 hari kumulatif atau lebih.
§  Leptic Hapluderts
Hapludertslain yang mempunyai kontak densik, litik, atau paralitik di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Entic Hapluderts
Hapludertslain yang mempunyai suatu lapisan setebal 25 cm atau lebih yang mengandung liat kurang dari 27% di dalam fraksi tanah-halusnya, dan batas atas lapisan tersebut berada di dalam 100 cm dari permukaan tanah mineral.
§  Chromic Hapluderts
Hapludertslain yang pada satu horison atau lebih di dalam 30 cm dari permukaan tanah mineral, 50 % atau lebih mempunyai warna-warna berikut:
ü  Value warna , lembab, 4 atau lebih,
ü  Value warna , kering, 6 atau lebih.
ü  Kroma 3 atau lebih.
§  Typic Hapluderts
Hapluderts yang lain.



BAB III
ORDO TANAH SPODOSOL DI INDONESIA
3. 1 Padanan Nama Spodosol
Sistem Dudal-
Soepraptohardjo (1956-
1961).
Modifikasi
1978/1982
(PPT)
FAO/UNESCO
(1974)
USDA Soil
Taxonomy
(1975)
Grumusol
Grumusol
Vertisol
Vertisol
Tabel 1.  Padanan Nama Vertisol

3. 2 Sebaran Geografis
Di Indonesia jenis tanah ini terbentuk pada tempat-tempat yang tingginya tidak lebih dari 300 meter di atas muka laut dengan topografi agak bergelombang sampai berbukit, temperatur tahunan rata-rata 25o C dengan curah hujan kurang dari 2500 mm dan pergantian musim hujan dan kemarau nyata. Luas penyebaraan tanah vertisol di Indonesia mencapai sekitar 2,1 juta hektar (Subagyo et al, 2004 dalam Prasetyo, 2007) yang tersebar di Nusa Tenggara Timur (0.198 juta ha), Jawa Timur (0.96 juta ha) yang terdapat di Ngawi, Bojonegoro, Nusa Tenggara Barat (0.125 juta ha) seperti di Lombok, Sumbawa, Sulawesi Selatan (0.22 juta ha), Sulawesi Utara dan Jawa Tengah (0.4 juta ha). Di Nusa Tenggara Barat, sebaran tanah vertisol terdapat di bagian selatan Lombok yang kondisinya kering dan usaha budidaya tanaman sangat tergantung pada curah hujan. Sistem pertanian yang dilakukan di daerah tersebut adalah “gogorancah” (Ma’shum et al, 2008). Di Jawa Tengah antara lain terdapat di Kabupaten Wonogiri yang menerapkan sistem alley cropping atau penanaman menurut kontur (Paimin et al, 2002). Di Yogyakarta terdapat di Gunung Kidul (Ispandi, 2003).

3. 3 Penggunaan Tanah Vertisol
Berdasaarkan sebarannya, tanah vertisol dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup manusian seperti ladang penggembalaan, pemukimaan, jalan raya dan lahan pertanian. Beberapa permasalahan yang sering dihadapi hubungannya dengan pemanfaatan jenis tanah ini adalah sebagai berikut :
1.    Pemanfaatan tanah vertisol sebagai lahan pertanian umumnya menghadapi permasalahan kesuburan yang cenderung rendah. Walaupun tanah ini memiliki kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa relatif tinggi namun kadar bahan organiknya rendah sering kurang dari 1% , kandungan unsur hara N, P dan K yang tersedia bagi tanaman umumnya rendah. Kadar K yang rendah terjadi karena unsur hara K terfiksasi dalam kisi-kisi mineral lempung tipe 2:1 (monmorilonit). Untuk mengatasinya dilakukan dengan pemberian mulsa dan pupuk kandang (Suteja, 1999). Mulsa berfungsi menjaga kelembaban tanah dan keadaan yang lembab/basah menyebabkan kalium yang terfiksasi oleh mineral 2:1 dibebaskan kembali ke dalam larutan tanah bersamaan dengan pelepasan kembali air yang teretensi oleh mineral K tersebut (Poerwowidodo, 1991). Pemberian mulsa dan pupuk kandang secara signifikan menyebabkan peningkatan k-tersedia dalam tanah verstisol (Sudadi et al, 2007). 
2.    Hasil penelitian Ma’shum (2004) selama tiga tahun dapat diungkapkan bahwa alternatif paket pengelolaan vertisols tadah hujan daerah semi arid seperti Nusa Tenggara Barat untuk pertanaman padi selain sistem sawah dan Gogo Rancah adalah paket pengelolaan pertanaman padi dengan sistem bedeng “raised bed” yaitu tanah tak diolah atau diolah minimum dan tanah tak tergenang (aerobic unfloode soil) serta pengembalian residu tanaman. Untuk meningkatkan kemantapan agregat tanah serta memperbaiki struktur tanah antara lain dapat dilakukan penambahan bahan organik berupa kompos atau pupuk hijau yang ditanam pada akhir musim hujan yang sekaligus berfungsi sebagai soil conditioner yang mudah didapat. 
https://forestryinformation.files.wordpress.com/2013/01/011813_0716_tanahvertis5.jpg?w=468
Gambar 1. Tanaman sukun yang dipadukan dengan tanaman pertanian di Gunung Kidul

Hasil penelitian Triwilaida (2001) menunjukkan bahwa Penambahan bahan organik berupa kompos daun tanaman kayu putih pada tanah-tanah bertekstur berat (liat) dapat meningkatkan aerasi tanah melalui perbaikan struktur dan peningkatan porositas tanah. Dalam kegiatan penanaman huatan dilahan terdegradasi dapat dilakukan dengan penerapan teknik pemberian mulsa vertikal, yaitu limbah hutan berupa seresah, sisa-sisa kayu, cabang, ranting dan bahan organik lainnya dimasukkan ke dalam lubang yang dibuat berupa saluraan menurut konturnya sehingga akan terdekomposisi dan menjadi sumber unsur hara bagi tanaman (Pratiwi, 2006).
3.      Dalam pembangunan gedung dan jalan raya, Buckman dan Brady (1982) menjelaskan bahwa membangun di atas tanah yang mempunyai sifat kembang susut yang tinggi sering menyulitkan karena dapat menimbulkan masalah seperti : kerusakan pada lantai bangunan, keretakan pada dinding tembok, permukaan jalan bergelombang karena penurunan yang tidak merata. Gaya kembang susut yang terjadi akibat pergantian musim sering menimbulkan badan jalan jadi bergelombang, mudah retak, dan cepat rusak. Dalam bidang teknik sipil, khususnya tentang jalan raya, rekayasa yang dilakukan adalah dengan membuat inovasi badan jalan difondasi dengan beton, semen cor. Kemudian atasnya dilapisi dengan aspal supaya bisa terasa relatif empuk. Jika di atas tanah ini semen langsung tanpa adanya aspal sebagai pelapis, akan memberikan keugian ban mobil cepat halus (botak).


























BAB IV
PENUTUP
4. 1 Kesimpulan
                Vertisol merupakan salah satu order tanah yang memiliki beberapa kondisi sifat fisik yang tidak dikehendaki baik dari segi pertanian maupun teknik. Salah satu kondisi sifat fisik tersebut adalah kemampuannya untuk mengembang dan mengerut secara intensif yang menyebabkan tanah tersebut tidak stabil. Memilki 6 Sub-Ordo yaitu: Aquerts, Cryerts, Xererts, Torrerts, Usterts dan Uderts. Dan memiliki sebaran diNusa Tenggara Timur, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Utara, dan Jawa Tengah. Pemanfaatan tanah vertisol: Lahan Pertanian dan Pembangunan jalan raya
4. 2 Saran
          Penggunaan tanah vertisol semakin bermanfaat di bidang pertanian dan semakin berkembang pesat serta dapat dikenal masyarakat akan potensi tanah vertisol.

















DAFTAR PUSTAKA

soil taxonomi (United state Departement of Agriculture)  1999
planthospital.blogspot.com/2015/09/karakteristik-tanah-vertisol.html
semangatgeos.blogspot.com/2011/11/tanah-vertisol.html



LAMPIRAN


     

Komentar

Postingan Populer